Sebelum Kau Tahu
10
0.0
This story contains mild violence
Bagi Nadira Sofea, Zafran Idris pada mulanya cuma pelanggan yang selalu kembali ke Kafe Sela—pandai menyakat, susah mengalah, dan semakin pandai mencari alasan untuk berjumpa. Nadira pula sentiasa ada jawapan, kadangkala dalam bentuk tulisan pada beg kek. Apabila pertemuan biasa bertukar menjadi hubungan yang mereka pilih, Zafran semakin sukar membuka bahagian hidupnya yang belum diceritakan. Kemudian orang asing mula bertanya tentang rutin kafe, ancaman mengganggu kerja, dan perlindungan Zafran memperlihatkan kuasa yang tidak Nadira kenali. Dalam cinta antara dua dunia, berterus terang mungkin perkara paling berbahaya yang perlu mereka lakukan.
Chapters
- Chapter 1Meja Nombor TigaRead
- Chapter 2Pelanggan yang Datang LagiRead
- Chapter 3Dua Puluh Lima SetRead
- Chapter 4Nama PenuhRead
- Chapter 5Jangan Belikan Saya Peti SejukRead
- Chapter 6Apron untuk BosRead
- Chapter 7Selepas Pintu DitutupRead
- Chapter 8Bukan Temu JanjiRead
- Chapter 9Satu PetangRead
- Chapter 10Orang yang DitungguRead
- Chapter 11Janji yang TerlepasRead
- Chapter 12Meja Makan di RumahRead
- Chapter 13Kita Ini Apa?Read
- Chapter 14Dalam Gambar yang SamaRead
- Chapter 15Pejabat ZafranRead
- Chapter 16Peti Sejuk KeduaRead
- Chapter 17Pelanggan yang Banyak BertanyaRead
- Chapter 18Balik BersamaRead
- Chapter 19Kaca di Hadapan PintuRead
- Chapter 20Nama yang Membuat Orang DiamRead
- Chapter 21Soalan yang Tak Boleh DielakRead
- Chapter 22Semua yang Belum DiceritakanRead
- Chapter 23Lelaki yang SamaRead
- Chapter 24Syarat NadiraRead
- Chapter 25Kafe yang Masih MiliknyaRead
- Chapter 26Apa yang TercatatRead
- Chapter 27Harga untuk Berterus TerangRead
- Chapter 28Anak IdrisRead
- Chapter 29Pilihan yang DibincangkanRead
- Chapter 30Pintu Belakang SelaRead
- Chapter 31Kali Ini, DengarRead
- Chapter 32Apa yang TinggalRead
- Chapter 33Membuka SemulaRead
- Chapter 34Perkara yang Perlu DibayarRead
- Chapter 35Selepas Masa BerlaluRead
- Chapter 36Masa Depan yang DipilihRead
- Chapter 37Epilog — Kerusi yang StabilRead
Comments
Loading comments…